EkonomiNewsSiantar SimalungunSosial Masyarakat

Terkait Unjuk Rasa, Anggota Komisi II DPRD Kota Siantar Kunjungi Pasar Horas

Siantar | BeritaPekerja.Com – Anggota Komisi II DPRD Kota Siantar akhirnya turun melihat situasi  para pedagang serta meninjau kondisi bagunan dan infrastruktur pasar horas dan dwikora,Tanggal (07/06/2016)

Hal tersebut  terkait dengan aksi unjuk rasa pedagang terkait penolakan kenaikan retribusi pasar.

Tanpa dihadiri Dirut PD.Pasar Horas Jaya (PHJ) Drs.Setia Siagian, para Anggota Komisi II menanyakanlangsung tanggapan pedagang terkait kenaikan retribusi pasar sebesar 300 persen.

Juniwati Siahaan salah  seorang pedagang makanan di Gedung II lantai II menjawab pertanyaan Anggota Komisi II, mengatakan,” saya kurang setuju pak, karena  tpengunjung pasar horas ini sudah sangat menurun drastis akibatnya penghasilan kami pun jauh menurun dan pelayanan pihak PD Pasar juga masih kurang baik,”ujarnya.

Selanjutnya Anggota Komisi II juga menanyakan sosialisasi kenaikan retribusi pasar yang di lakukan pihak PD.Pasar. Juniwati  mengatakan,” kami tidak pernah mendapatkan sosialisasi kenaikan retribusi,” katanya menambahkan .

Salah seorang Anggota Komisi II Drs.OW.Darmawan menanyakan kepada salah seorang  pedagang daging ayam di Gedung IV Lantai I, Manurung tentang situasi keamanan di pasar horas.

Manurung mengatakan,” situasi keamanan di pasar horas ini masih rawan, para pedagang masih sering kemalingan barang dari dalam kios pada malam hari dalam keadaan gembok tidak rusak. Kami meminta kepada pihak PD Pasar untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman pedagang dan  konsumen yang berkunjung ke pasar ini,” katanya .

Soal kebersihan pasar horas Manurung  juga meminta petugas kebersihan untuk  melaksanakan tugasnya dengan baik. Karena tak jarang pedagang yang melakukan tugas kebersihan padahal, uang kebersihan selalu dikutip setiap bulannya,” katanya.

Sedang Anggota Komisi II Asrida Sitohang menanyakan kepada salah seorang pedagang pakaian di Gedung II lantai I  bernama Nurhasanah mengenai pendapatnya dengan kenaikan retribusi.

Nurhasanah mengatakan,” saya kurang setuju, karena penghasilan kami disini sudah sangat jauh menurun. Tata letak lokasi dagangan  juga sangat sembraut dan pedagang PKL sudah menjamur di luar tanpa aturan sehingga konsumen tidak lagi masuk ke dalam. Hal inilah menyebabkan pendapatan kami sudah jauh sekali menurun bahkan terkadang tidak buka dasar,” ujarnya.

Nurhasanah menambahkan,” mohonlah supaya situasi pasar horas ini diperbaiki dalam segala hal, agar pasar ini nyaman, baik bangunan, infrastruktur, serta tata letak lokasi dagangan.

Pemerintah Kota Pematangsiantar juga harus memperbaiki kondisi pasar dalam segala aspek. Jangan hanya tau dengan kenaikan retribusi, tetapi keadaan kami pedagang tak pernah diperhatikan,” ujarnya.

 

Redaksi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button