EkonomiNewsPendidikanSiantar SimalungunSosial MasyarakatTokoh

Generasi Muda Belajar dan Berkarya Untuk kemandirian

Siantar | BeritaPekerja.Com – Purba Sari (Sari) demikian panggilan akrab wanita berparas cantik ini.Ia adalah penduduk Jl. Farel Pasaribu, Kec. Siantar-Selatan, kota Pematangsiantar.Tak banyak yang tahu bahwa ia pernah mendapat sertifikat dari Museum Rekor Indonesia (Muri) pada tahun 2010. Atas prestasinya pada Pagelaran Tata Rias Pengantin Keraton Nusantara di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Serta segudang sertifikat lainnya seperti : Pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) dan peningkatan mutu komfetensi kerja.

Sari adalah pemilik Rumah Salon Kecantikan yang ia dirikan pada tahun 2012 berdasarkan izin penyelenggaan latihan kerja dari Dinsosnaker dan Dinas Pendidikan kota Pematangsiantar. Ia telah banyak mendidik generasi muda belajar dan berkarya untuk  mensejahterakan diri melalui lapangan kerja rumah salon kecantikan.

Ia juga berharap bagaimana ia bisa dapat membantu orang lain agar bisa berkarya dan  mandiri serta membuka lapangan kerja untuk kesejahteraan masyarakat. ” Saya bahagia jika saya dapat membuka lapangan kerja  untuk orang lain apalagi ditengah pemberlakuan  masyarakat ekonomi asean (MEA) ini,” katanya kepada awak media beritapekerja.com saat di temui di LKP Chesa sekitar jam 16.00, Rabu, (06/07/2016).

Ia juga pernah mengikuti Pelatihan System Kualitas Managemen (Quality Management System) yang diselenggarakan Kementerian Tenagakerja Republik Indonesia RI,  melalui Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas dan Pengelolaan LKP Angkatan IV tahun 2015. Tujuannya agar Tenagakerja Indonesia mendapatkan kualitas melalui peningkatan mutu kompetensi dan dapat bersaing dengan tenagakerja luar negeri di bursa tenagakerja, serta dapat meminimalisir  angka pengangguran yang semakin hari semakin tinggi.

Sari menggeluti kegiatan ini berawal dari sebagai  penata kecantikan di Pantoan Palapa shopping Centre (sekarang Ramayana-red) Pematangsiantar sehabis tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2003 Palapa Pantoan Shopping Centre berubah menjadi Ramayana hingga akhirnya ia pindah ke Gedung I Lantai I Pasar Horas, Pematangsiantar. Hingga kini ia masih disana membuka salon kecantikan serta menjahit segala jenis pakaian. Itu ia lakukan jika para muridnya sudah selesai belajar di LKP Chesa .

Ia juga menghimbau, “ agar generasi muda belajar dan berkarya dan tidak menjadi beban orangtua serta masyarakat,” katanya. Sari telah banyak melahirkan tenagakerja profesional dibidang kecantikan dan tata rias pengantin yang  bekerjasama dengan Kementerian Tenagakerja Republik Indonesia.

”sekarangkan setiap tenagakerja harus punya sertifikat kompetensi termasuk tata rias pengantin dan kecantikan,” katanya lagi.

Kadang murid ditempat saya belum tamat pelatihan telah diminta para pengusaha Rumah Salon Kecantikan untuk dipekerjakan, lumayanlah juga bang hitung- hitung mengurangi pengangguran,” ungkapnya. Ketika ditanya apakah sudah pernah menjalin bekerjasama dengan pihak Dinsosnaker Siantar. Sari mengatakan hingga saat ini ia belum pernah menjalin kerjasama dengan Dinsosnaker Siantar dalam rangka meningkatkan kompetensi tenagakerja.

Ia juga berharap dapat bekerjasama dengan Dinsosnaker, agar warga Siantar mendapat persiapan skill dibursa tenagakerja yang semakin komfetitif serta dapat  membuka lapangan kerja mandiri. Ia juga mengatakan sering menjadi Instruktur pada kegiatan yang dilakukan Kementerian Tenagakerja Republik Indonesia di Jakarta, seperti baru- baru ini Pelatihan Instruktur Tata Rias yang diikuti oleh seluruh Provinsi se- Indonesia. Dan bulan depan saya juga akan ke Bali mewakili Siantar,” katanya mengakhiri.

Redaksi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button