NewsSiantar SimalungunSosial Masyarakat

HUT Agraria Ke-56, Petani Penggarap Tuntut Redistribusi Tanah untuk Rakyat.

Siantar | BeritaPekerja.Com- -Ratusan Petani Penggarap Siantar– Simalungun yang tergabung dalam Forum Tani Sejahtera Siantar (FUTASI) memperingati Hari Tani /Agraria yang ke-56, bertempat di Area Taman Bunga Jl. Merdeka Pematangsiantar, sekitar jam 10.00 WIB, (Rabu,28/09/2016).

Dihadiri ketua Futasi Marihot Gultom, Mantan Ketua DPRD Lingga Napitupulu dan salah seorang pendamping petani penggarap, Agus Butarbutar dan  berbagai perwakilan Kelompok Tani yang berada di wilayah Siantar –Simalungun.Para petani penggarap melaksanakan “Mimbar Rakyat” yang di isi orasi dari berbagai kelompok tani yang berasal dari daerah Siantar-Simalungun.

Marihot Gultom dalam orasinya,” kami petani penggarap menuntut janji pemerintahan Jokowi-JK untuk meredistribusi tanah untuk kepentingan rakyat petani, agar kesejahteraan petani dapat diwujudkan sesuai dengan program Nawacita pemerintahan Jokowi. Seperti yang sudah dilakukan diwilayah Sulawesi, Lampung, Jawa-Barat, Jateng. Pemerintahan Jokowi -JK yang telah meredistribusi tanah untuk kepentingan rakyat sebanyak 15.000 Ha.

Kami berharap agar para petani penggarap Siantar- Simalungun juga mendapat hal yang sama, dilakukan di Sumatera Utara khususnya Siantar- Simalungun. Karena perjuangan petani penggarap di Siantar- Simalungun  telah berjalan selama 12 tahun bertani  diwilayah Kel. Gurilla dan Kel.Tanjung Pinggir Pematangsiantar,”sebutnya.

Lingga Napitupu dalam orasinya, “Dalam waktu dekat kita akan menemui Presiden Jokowi dan menteri BUMN, agar persoalan petani dan tanah- tanah garapan di Siantar-Simalungun dapat segera diselesaikan,” katanya.

Agus Butarbutar mengatakan,” memperingati Hari Agraria yang ke 56 ini mempunyai sejarah panjang dan sangat penting yang di mulai sejak Kemerdekaan, Konstitusi  dan UUPA telah berhasil mengamanahkan kekuasaan Negara untuk mensejahterakan rakyat namun, harus kandas karena kepentingan pemilik modal dengan memakai kekuasaan Negara untuk kepentingan Investor, seperti investasi Asing pada bidang Perkebunan, Pertambangan, Kehutanan, Pariwisata, Maritim dll. Rentang waktu 1945 hingga 1960, 15(lima belas) tahun perjuangan Reforma Agraria yang mana telah di akomodir dalam UU No.5 tahun 1960 tentang Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) yang berisi: REDISTRIBUSI TANAH UNTUK RAKYAT hingga saat ini belum dicabut, namun semua masih hanya sekedar janji palsu para penyelenggara negara,”sebutnya.

 

Penulis : Tim BeritaPekerja.com

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button