EkonomiNewsSiantar SimalungunSosial Masyarakat

Demo Ricuh, Sejumlah Pedagang Eks Terminal Sukadame Ditangkap

Siantar | BeritaPekerja.Com –

Aksi unjuk rasa  Pedagang eks Terminal Sukadame (PERKASA) di Kejaksaaan Negeri Siantar terkait kasus  korupsi Direktur Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Herowhin Sinaga yang hingga saat ini  kasusnya sedang bergulir di Kejaksaan Negeri Siantar serta mendesak penghentian pembangunan kios – kios yang berada  dilokasi  eks Terminal Sukadame berakhir ricuh. 5 orang pengunjuk rasa ditangkap aparat Polresta Pematangsiantar.

Peristiwa  tersebut terjadi sekitar jam 12.00. WIB (Selasa, 24 Oktober 2016)  saat para pengunjuk rasa memasuki areal pelataran Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar.

Para pedagang yang membawa keranda mayat ini juga meminta agar pihak Kejari Siantar mengusut tuntas dugaan korupsi anggaran penyertaan modal Pemko Siantar di PD PAUS sebesar 9 milyar dan membayar gaji karyawan PD PAUS yang sudah 15 bulan tak menerima gaji.

Kepala Kejaksaan Negeri Siantar M. Nasril Koto, SH yang didampingi  sejumlah staf nya saat hendak menghampiri para pengunjuk rasa, namun para pengunjuk rasa tak lagi memberinya kesempatan untuk berbicara sebab menurut pedagang  kasus tersebut sudah terlalu lama di kejaksaan  sampai  kini tak menemukan kejelasan.

Para pedagang ingin memasuki kantor Kejari yang kemudian  melempari dengan telur dan tomat,  hingga membuat Kajari M. Masril dan sejumlah stafnya kembali masuk ke dalam kantornya.

Namun pedagang tak mau berhenti, mereka kemudian berupaya masuk dengan membawa keranda mayat ke teras gedung Kejari. Aparat Polresta Siantar kemudian menghalangi, hingga terjadi tarik menarik keranda.

Merasa dihalang-halangi aparat para pedagang melempari kantor Kejari Siantar dengan telur dan tomat. Untuk menghindari kericuhan yang lebih jauh aparat Polresta kemudian menghalangi pengunjuk rasa memasuku ruangan  yang  selanjutnya terjadi saling tarik menarik antara aparat dan pengunjuk rasa,

Kemudian petugas mengamankan Juned Boang Manalu dan Goklif,  seakan  para pedagang tak memperbolehkan temannya dibawa oleh petugas antara petugas dan para pedagang sempat terjadi  saling dorong

Selanjutnya Polresta membawa Boang Manalu dan Goklif Manurung kordinator unjuk rasa ke kantor Polresta untuk dimintai keterangan,  tak mau rekannya ditahan para pengunjuk rasa bertahan di depan Kantor Polresta Pematangsiantar.

KBO Reskrim Polresta Pematangsiantar Junjung Simanjuntak, SH  ketika dimintai keterangan mengatakan,” Dari hasil pemeriksaan tidak ada di temukan tujuan anarkis, semua akan di bebaskan,” katanya.

Penulis: Petrus Fernando Sitopu

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button