KriminalNewsPolitikSiantar SimalungunSosial Masyarakat

Penertibaan Pedagang oleh Satpol PP Kota Siantar Ricuh

Siantar | BeritaPekerja.com – Para Pedagang Eks Terminal Suka Dame bentrok dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pematangsiantar saat melakukan pembongkaran kios-kios yang berada di sepanjang Jalan Musyawarah, pada Kamis (09/03/2017) sekitar Pukul 09.00 WIB.

Adapun kejadian tersebut berawal ketika Pihak Satpol PP kota Pematangsiantar yang dibantu dengan personil TNI-Polri saat hendak melakukan pembongkaran terhadap kios-kios para pedagang yang berada di Sepanjang Jalan Musyawarah, Kecamatan Siantar Utara, Kelurahan Suka Dame.

Sebelumnya, pada hari Rabu (08/03/2017) Pihak Satpol PP telah menjalin kesepakatan bersama para Pedagang untuk melakukan pertemuan terlebih dahulu pada hari Kamis (09/03/2017) tepat Pukul 10.00 WIB di Kantor Satpol PP, namun pada hari yang disepakati pihak Satpol PP tiba-tiba saja malah langsung datang ke lokasi tempat para pedagang berjualan untuk membongkar paksa kios mereka.

Berdasarkan keterangan dari para pedagang, mengungkapkan bahwa mereka tidak terima atas perlakuan Satpol PP yang secara tiba-tiba datang ke kios mereka untuk melakukan pembongkaran, padahal seharusnya dilakukan audiensi terlebih dahulu karena semalam telah di jalin kesepakatan bersama.

“Kami tidak mau kalau kios-kios kami ini dibongkar, karena semalam sudah ada kesepakatan agar duduk bersama di Kantor Satpol PP,” teriak para Pedagang.

Ketika pihak Satpol PP mulai melakukan pembongkaran, para pedagang pun selanjutnya mencoba untuk mempertahankan kios-kiosnya agar tidak dibongkar dengan melakukan perlawanan kepada petugas yang sudah mengerahkan seluruh personil, namun saat proses pembongkaran dimulai bentrok pun tak dapat terelakkan.

Para pedagang pun terus berteriak-teriak dan melakukan perlawanan kepada petugas Satpol PP yang tengah melakukan pembongkaran, mereka juga tidak terima atas perlakuan beberapa petugas Satpol yang dinilai sangat tidak wajar, sebab ada tindakan pemukulan dan pencekikan yang dilakukan oleh Petugas Satpol PP.

Dua orang pedagang terkena bogem mentah oleh personil Satpol PP saat terjadinya bentrok,  yang menyebabkan keduanya mengalami luka-luka pada beberapa bagian anggota tubuh.

Erikson Sinaga salah seorang  yang menjadi korban Pencekikan mengatakan, “Saya tidak terima atas perlakuan Satpol PP kepada saya, sebab mereka telah melakukan tindakan kekerasan kepada saya,” ujarnya.

Tambahnya lagi, “Saya akan melaporkan tindakan semena-semena yang dilakukan oleh Satpol PP ini kepada pihak Kepolisian,” pungkas Erikson.

Petugas Satpol PP Saat Melakukan Pencekikan Kepada Salah Seorang Pedagang Eks Terminal Suka Dame
Petugas Satpol PP Saat Melakukan Pencekikan Kepada Salah Seorang Pedagang Eks Terminal Suka Dame

Korban lain bernama Gordon Silalahi mengatakan bahwa ia juga terkena pukulan dan tendangan yang dilayangkan oleh Pihak Satpol PP hingga menyebabkan luka pada bibirnya.

“Aku gak terimalah bang, cara orang ini membabi buta kayak gini, udah kelewat batas ini namanya, dan ini namanya sudah penindasan terhadap masyarakat,” ungkap Gordon.

Gordon menambahkan bahwa telah terjadi pembiaran atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Satpol PP, “Adanya disini Bapak-Bapak dari Pihak Kepolisian dan juga TNI, tapi mereka hanya diam saja melihat kami diperlakukan semena-semena seperti ini,” tandasnya.

Masyarakat pedagang sangat menyayangkan perlakuan semena-mena yang dilakukan oleh pihak Satpol PP yang tidak konsisten dengan kesepakatan yang telah dijalin, dan juga menilai bahwa Hefriansyah sebagai Pemimpin Baru di kota Pematangsiantar telah gagal, sebab sebagai orang Nomor Satu di kota Pematangsiantar yang mempunyai kewenangan untuk memerintahkan Satpol PP, tidak berpihak kepada masyarakat pedagang, malah sebaliknya melakukan penindasan terhadap para pedagang.

“Kami meminta kepada Bapak Walikota Hefriansyah untuk melihat kami para pedagang disini, jangan hanya melakukan pencitraan saja dengan pura-pura mengunjungi orang-orang yang sudah meninggal, tapi tidak melihat kami para Pedagang disini yang masih hidup dan butuh perlindungan, dan apa yang terjadi hari ini sungguh sangat melukai hati kami semua, kami juga mendesak agar Hefriansyah segera mundur dari jabatannya ketika pembangunan oleh PD PAUS tidak berpihak kepada rakyat,” teriak para Pedagang.

Hal senada juga disampaikan oleh Goklif Manurung yang merupakan pendamping Persatuan Pedagang Kecil Eks Terminal Suka Dame (PERKASA), “Saya sangat mengecam aksi yang dilakukan oleh Pihak Satpol PP ini, yang telah melakukan tindakan kesewenang-wenangan kepada masyarakat pedagang, dimana beberapa personil Satpol PP telah menganiaya dua orang pedagang dengan melakukan Pemukulan dan Pencekikan, dan saya minta agar Pemko Siantar dapat memberikan keadilan terhadap para pedagang,” ungkapnya.

Goklif juga menambahkan bahwa sebenarnya semalam sudah menjalin kesepakatan kepada Satpol PP agar terlebih dahulu dilakukan Audiensi, “Semalam kan para pedagang sudah menjalin kesepakatan dengan Satpol PP agar terlebih dahulu memanggil pihak PD PAUS (Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha) untuk audiensi duduk bersama para pedagang, akan tetapi Satpol PP malah melanggar kesepakatan tersebut, dengan secara bergerombolan datang untuk membongkar paksa kios-kios para pedagang,” jelasnya.

Tambahnya lagi, “Kepada siapa lagi masyarakat akan percaya, kalau tidak kepada Pemerintahnya sendiri?”, ujar Goklif Manurung.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari pihak Satpol PP terkait aksi tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan kepada para pedagang Eks Terminal Suka Dame.

Penulis : Hanz

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button