NewsPendidikanSiantar SimalungunSosial Masyarakat

Tidak Paham Peraturan Periklanan, Pimpinan PT. Gudang Garam Memilih Bungkam

Siantar | BeritaPekerja.com – PT. Gudang Garam, Tbk Cabang Pematangsiantar kembali melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Periklanan. Hal tersebut terbukti dengan masih adanya plang iklan rokok (SIGNATURE MILD) yang terpasang di dekat Yayasan Perguruan Mars, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar.

Dimana seperti yang telah diatur pada PP 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan dan dalam peraturan tersebut juga dijelaskan, bahwa tidak diperbolehkan untuk memasang iklan di kawasan seperti Jalan Protokol dan Area Pendidikan serta Fasilitas Umum.

Sebelumnya PT. Gudang Garam juga pernah melakukan hal yang sama, dengan memasang iklan tepat di depan sekolah Yayasan Kalam Kudus di Jalan Merdeka Pematangsiantar dan setelah diberitakan akhirnya iklan tersebut pun kemudian diturunkan, akan tetapi sampai saat ini proses hukum terkait pelanggaran tersebut tidak pernah dilaksanakan.

PT. Gudang Garam, Tbk tampaknya tidak mengindahkan peraturan yang telah dibuat oleh Pemerintah, dan atas keberanian PT. Gudang Garam dalam memasang iklan tersebut diduga ada main mata dengan Dinas Perizinan kota Pematangsiantar kini berganti nama menjadi Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Terpadu Satu Pintu

Padahal beberapa waktu lalu Plt Kadis BPMPP Terpadu Satu Pintu Esron Sinaga mengatakan bahwa tidak pernah memberikan izin untuk iklan rokok di sepanjang jalan Protokol dan juga area pendidikan termasuk juga tidak pernah memberikan izin pemasangan iklan kepada perusahaan PT. Gudang Garam Cabang Pematangsiantar.

Namun apa yang dikatakan oleh Esron bertentangan dengan kenyataan yang ada dilapangan, yaitu masih adanya iklan rokok yang terpampang di Jalan Protokol dan Area Pendidikan tepatnya iklan rokok berada berdekatan dengan Yayasan Perguruan Mars Pematangsiantar.

Untuk mendapatkan klarifikasi terkait keberadaan iklan rokok tersebut, wartawan BeritaPekerja.com pun coba mempertanyakan kepada pihak Perusahaan PT. Gudang Garam Cabang Pematangsiantar melalui pesan WhatsApp, pada Sabtu (25/03/2017) sekitar Pukul 17.00 WIB.

Apakah PT. Gudang Garam punya izin untuk memasang iklan di dekat Yayasan Perguruan Mars?

Junita Manurung selaku Manajer Periklanan PT. Gudang Garam Cabang Pematangsiantar mengatakan bahwa iklan tersebut telah memiliki izin, “Ada ito, ito ke Pak Dikky aja langsung ya, beliau yang urus reklame, Area Marketing Manajer kami,” tuturnya sembari memberikan nomor kontak orang yang dimaksud.

Selanjutnya, Wartawan pun mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada Dikky yang katanya Area Marketing Manager untuk mempertanyakan terkait izin pemasang iklan rokok tersebut, dimana berdasarkan pernyataan Junita Manurung mengatakan bahwa PT. Gudang Garam ada memiliki izin atas pemasangan iklan Rokok tersebut.

Kemudian beberapa menit kemudian Dikky pun membalas pesan dengan memberikan pernyataan, “Bang, kalau terkait izin langsung hubungi vendor saja bang Era Kencana,” jawab Dikky sembari menyebutkan nama vendor tersebut.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, wartawan pun kemudian mengajukan pertanyaan mengenai adanya Peraturan yang tidak membolehkan pemasangan iklan rokok di dekat Area Pendidikan dan Jalan Protokol sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Apakah Anda selaku Marketing Manager tidak mengetahui hal tersebut?

Entah kenapa tidak ada balasan dari pesan tersebut, padahal status WhatsApp Dikky terlihat ‘Online’, dan tampaknya Dikky lebih memilih bungkam dengan tidak membalas pesan yang berisikan pertanyaan yang dikirimkan kepadanya.

Melihat Pernyataan dari kedua Pimpinan PT. Gudang Garam yang saling melempar bola, terkesan bahwa pihak perusahaan seakan-akan tidak paham dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan juga UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Bahkan tampaknya PT. Gudang Garam seakan menunjukkan sikap bahwa perusahaan tersebut benar-benar tidak peduli terhadap Peraturan yang ada dan masih berlaku sampai saat ini.

Terpisah, Ketua DPC HIMAPSI Pematangsiantar Anthony Damanik saat dimintai tanggapan melalui seluler terkait maraknya pemasangan iklan rokok yang menyalahi aturan serta menanggapi respon yang disampaikan oleh pimpinan PT. Gudang Garam Cabang Pematangsiantar memberikan penjelasan bahwa adanya dugaan permainan antara Pemko dengan Perusahaan yang dimaksud.

“Kita menduga adanya permainan transaksi bawah tangan antara pihak Perusahaan dengan Pemerintah kota Pematangsiantar, karena berdasarkan PP 109 tahun 2012, sudah jelas dilarang memasang iklan di jalan protokol dan area pendidikan,” ujar Anthony.

Lanjut pria berambut klimis itu, “Tapi nampaknya aturan tersebut tidak pernah dihiraukan, baik oleh perusahaan-perusahaan rokok maupun pemerintah,” ungkapnya.

Anthony juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar untuk segera melakukan penertiban terhadap semua iklan-iklan yang melanggar aturan, karena kalau hal ini terus dibiarkan maka dikhawatirkan akan bertambahnya jumlah perokok pemula yang masih dibawah umur, dikarenakan masih ada beberapa iklan rokok yang terpasang berada tepat dijalan protokol dan juga area pendidikan serta fasilitas umum.

Saat ditanyakan mengenai tanggapan Pimpinan PT. Gudang Garam yang terkesan tidak memahami peraturan yang ada, Anthony mengatakan, “Nampaknya Pimpinan Perusahaan Gudang Garam itu tidak paham dengan aturan periklanan, artinya orang seperti itu tidak layak sebagai pimpinan perusahaan di kota ini karena bisa semakin merusak generasi muda khususnya anak-anak di bawah umur, dan┬ákita juga menduga bisa saja sudah ada persekongkolan antara pihak perusahaan dengan Dinas Perizinan,” pungkas Ketua HIMAPSI Pematangsiantar tersebut.

Melihat keberanian dari perusahaan PT. Gudang Garam Cabang Pematangsiantar yang telah berani melanggar peraturan periklanan serta UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan juga UU No. 32 Tahun 2010 Tentang Larangan Merokok. Diharapkan Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk segera bertindak.

Penulis : Hanz

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button