BeritaPekerja.Com | Siantar. Sekitar tigaratusan massa Fedrerasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (F.SPTI-K.SPSI) Labuhanbatu yang bergabung dengan DPC F.SPTI Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Kab. Asahan dan Kab. Batubara Jumat,(8/9).

Mengeruduk masuk ke Wisma Puteri Deli untuk menghentikan dan membubarkan acara konsolidasi dan pembentukan F.SPTI baru yang dilakukan oleh Surya Bakti, Manulang dari Medan serta Sariaman Ringo-ringo dan Suherlin sebagai sekretaris di Labuhanbatu.

Menurut ketua F.SPTI Labuhanbatu, Abdulrahman Rambe bahwa dulunya Surya Bakti adalah ketua DPP F.SPTI. Namun hasil Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta pada Agustus 2017 dimenangkan oleh C.P Nainggolan.

Tidak terima dengan kekalahan dalam Munaslub Surya Bakti  turun ke Labuhanbatu untuk membuat kepengurusan baru di kab.Labuhanbatu yang diketuai oleh Sariaman Ringo-ringo dan sekretaris Suherlin seperti dilansir dari JAPOS.CO.

Surya Bakti dianggap sebagai provokator memecah belah F.SPTI Kabupaten Labuhanbatu. Sebanyak tigaratusan anggota F.SPTI tidak terima dengan kedatangan Surya Bakti yang hendak melakukan konsolidasi di Wisma Deli Jl. Sisingamaraja,Rantauprapat,” jelas Abdul Rahman Rambe.

Hasil pantauan wartawan, acara konsolidasi versi Surya Bakti tidak jadi dilaksanakan sehingga massa kembali bergerak ke Hotel  Platinum, Jl. Ahmat Yani, Rantauprapat, dimana Surya Bakti beserta rekan-rekannya berada di hotel tersebut.

Massa F.SPTI memaksa agar Surya Bakti dan rekan-rekannya untuk segera meninggalkan Labuhanbatu. Anggota PUK F.SPTI sudah bosan dengan ulah mantan-mantan pimpinan F.SPTI yang tidak terpilih lagi dan selalu menimbulkan kegaduhan dalam organisasi,’ujar para anggota F.SPTI

Kasat Intel Polres Kab.Labuhanbatu  menyampaikan, dipastikan tidak ada kegiatan konsolidasi sebelum Polres Labuhanbatu melakukan mediasi kedua belah pihak. Namun massa tidak mau bubar sebelum Surya Bakti dan rekannya dibubarkan dan keluar dari wilayah Labuhanbatu (*)

Editor: Ags