KriminalNewsPeristiwa

Cerita Seram Polisi Malam-malam Mencari Potongan Kepala dan Kaki Korban Mutilasi di Gunung

BeritaPekerja.com | Karawang –  Satreskrim Polres Karawang melewati malam panjang untuk menemukan potongan tubuh perempuan bernama Siti Saidah alias Sinok alias Nindy alias Desi Wulansari (21), di sekitar Kawasan Karst di Gunung Sanggabuana, Desa Loji, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Selasa (12/18/2017) malam hingga Rabu (13/12/2017) pagi.

Jasad Siti ditemukan terbakar, kepala dan kaki sudah terpisah dari jasadnya di Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Kamis (7/12/2017).

 Aksi kejam itu dilakukan Mk yang tidak lain adalah suaminya pada Senin (4/12/2017).

Keesokan harinya, Selasa (5/12/2017), Mk memutilasi korban di bagian kepala dan kaki lalu membuangnya di sekitar Curug Cigentis, Kawasan Karst Gunung Sanggabuana. ‎

Setelah membuangnya, lalu pada Rabu (6/12/2017) Mk membakar potongan tubuh istrinya sendiri itu.

Mk mengakui sebagai pelaku aksi kejam itu setelah sebelumnya ‎berpura-pura kehilangan istri. Namun setelah diperiksa, keterangannya janggal dan akhirnya mengakui perbuatannya pada Selasa (12/12/2017) sekitar pukul 22.00.

“Setelah mengaku, 13 anggotal Reskrim menuju lokasi. Tiba sekitar pukul 23.00 dengan membawa pelaku. Kami melakukan pencarian di sekitar air terjun dan selesai hingga Rabu (3/12/2017) pukul 06.00,” ujar Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng di Mapolres Karawang, Kamis (14/12/2017).

Masa-masa pencarian jadi malam panjang bagi 13 personel Reskrim Polres Karawang. ‎Medan pencarian berupa hutan dan perbukitan serta aliran sungai di air terjun Cigentis yang berjarak 30 Km dari pusat kota Karawang, atau kurang 10 Km dari Desa Gunung Karung, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta yang berada di pinggiran Bendungan Ir H Djuanda Jatiluhur.

Ditemani serangga malam dan suara-suara binatang malam di hutan di gunung setinggi 1.291 mdpl itu, polisi harus naik turun gunung, melewati bibir tebing jurang hingga hutan-hutan bambu dan semak-semak untuk menemukan potongan tubuh perempuan bertato di atas payudara itu.

Rupanya, Mk membuang kepala dan kaki istrinya tidak di satu tempat melainkan terpisah. Bagian kepala yang dibungkus plastik ditemukan hanya beberapa meter saja dari bibir air terjun.

“Jadi kepala ini dibuang di saluran air yang mengalir ke Curug Cigentis saat salurannya kering. Tapi saat pencairan, air mengalir dan kepala korban terbawa air hingga sekitar 20 meter dari titik pembuangan. Akhirnya kepala ditemukan hanya beberapa meter saja dari bibir air terjun. Kalau hujan lagi saja, kepalanya pasti jatuh ke dasar air terjun,” ‎ujar Maradona.

Kepala Siti dalam kondisi terbungkus plastik dan masih utuh. Lakban untuk menyumpal mulut Siti masih menempel di mulut dan hidungnya.

Dengan penerangan terbatas dan medan hutan serta perbukitan, 13 personel ini mencari dua kaki Siti. Butuh tiga jam menemukan kaki kanan dan dua jam menemukan kaki kiri.

“Ternyata kaki dibuang di dasar jurang. Kami sempat kesulitan juga mengambil kaki korban. Butuh waktu total hingga lima jam untuk menemukan kedua kaki korban,” ujar Maradona.

Setelah ditemukan, sungguh nahas. Kaki korban masih terbungkus celana bahkan masih menggunakan sepatu. “Kaki korban ini dipotong oleh Mk mulai dari atas lutut‎. Masih ada celana dan sepatunya,” ujar Maradona.

Kini, Mk yang bekerja sebagai office boy di sebuah perusahaan swasta itu harus bersiap mempertanggung jawabkan perbuatannya itu. Ia masih diperiksa penyidik Satreskrim Polres Karawang dan ditahan.

“Mk ini sempat cekcok dengan Siti. Saat kejadian, mereka bertengkar. Pengakuan Mk, istrinya ini kerap meminta hal-hal bersifat materi dan sering menghina orang tua Mk. Mk dijerat Pasal 340 KUH Pidana,” ujar Wakapolres Karawang, Kompol Rano Hadianto.(*)

Sumber : Tribunnews.com

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button