Siantar SimalungunSosial Masyarakat

GKSB Desak DPRD Siantar Lakukan Pemakzulan Walikota Hefriansyah

BeritaPekerja.Com | Siantar – Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu (GKSB) mendesak lembaga DPRD Kota Siantar untuk melakukan pemakzulan terhadap Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor karena dinilai telah menista suku dan adat budaya Simalungun.

Hal tersebut menjadi poin inti saat melakukan aksi unjuk rasa masyarakat dan tokoh adat Simalungun di gedung DPRD Siantar, Jalan H. Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Kamis (19/04/2018).

Dalam pembacaan tuntutannya Jan Wiserdo mengatakan Walikota Pematangsiantar telah melakukan pelanggaran terhadap UU No.4o Tahun 2008 Tentang Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sebelum bertemu dengan Anggota DPRD Siantar yang diwakili Frans Bungaran Sitanggang dan Hotmaulina Malau yang dilakukan di ruang Komisi I, massa melakukan ritual adat budaya Simalungun.

Siantar Pusaka

Peserta aksi membawa foster. Foto: (Hery Guci)

Dalam pernyataan sikap GKSB menyatakan bahwa sejak bumi diciptakan Tuhan telah menetapkan suku Simalungun sebagai pemilik tanah leluhur sama seperti suku-suku lainnya. Namun kota Pematangsiantar pada saat yang sama sebagai kota nomor 2 paling toleran di Indonesia.Namun mengapa Heriansyah justru melakukan penistaan terhadap suku Simalungun.

Salah seorang peserta aksi yang enggan namanya dipublikasikan menjelaskan bahwa kebijakan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor telah membuat luka yang mendalam bagi masyarakat suku Simalungun yang kerap mendiskriminasi suku Simalungun.  Dan tidak benar suku Simalungun hanya tinggal pusaka, karena eksistensi Simalungun diakui di Negara Republik Indonesia,”katanya.

Saat melakukan aksi tampak massa membawa spanduk sepanjang sekitar 50 meter, foster, peralatan musik dan budaya Simalungun.

Sampai berita ini diturunkan perwakilan peserta aksi masih melakukan petemuan dengan Anggota DPRD Siantar di ruang komisi I.

 

Penulis: Charles HB/Hery

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button