NewsPolitik

Malam Ini Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres

BeritaPekerja.Com | Jakarta – Dua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2019, akan mengikuti pengundian nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (21/9/2018) malam sekitar pukul 20.00 wib. Rencananya, pengundian nomor urut ini digelar di gedung KPU, Jumat (21/9/2018) pukul 20.00 WIB.

Dikutip dari Kompas.com, dan Tribunnews Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan, para pasangan capres-cawapres akan duduk berdampingan di atas panggung.

“Nanti tempatnya itu para capres dan cawapres di atas panggung di sebelah kami, mereka duduk berdampingan,” kata Ilham Saputra, Kamis (20/9/2018). Teknis pengambilan nomor urut, kata Ilham, akan dimulai dari mengambil nomor giliran pengambilan yang dilakukan oleh masing-masing cawapres. Setelah itu, berdasar nomor giliran yang paling kecil, capres akan mengambil nomor urut pasangan calon.

“Nanti kita akan panggil calon wakil presidennya untuk mengambil nomor urut pengambilan. Jika yang dapat paling kecil, dia duluan untuk mengambil nomor peserta atau nomor pemilu bagi calon presiden tersebut,” jelas Ilham.

“Nanti mereka akan ambil, diambil dua-duanya nanti dibuka bersamaan untuk dilihat mereka dapat nomor urut berapa untuk pemilihan umum capres,” lanjutnya.

Tokoh yang Akan Hadir dalam Pengundian Nomor

Selain meminta paslon untuk hadir, KPU juga meminta petinggi partai-partai politik pengusung untuk datang menyaksikan pengundian nomor urut tersebut.

Selain itu, massa pendukung paslon juga diizinkan ikut masuk ke gedung KPU, namun jumlahnya dibatasi 150 orang tiap pendukung paslon.

Dari jumlah tersebut, hanya 50 orang yang boleh masuk ke dalam gedung KPU untuk mendampingi paslon. Sementara 100 orang lainnya menjadi saksi pengambilan nomor urut capres-cawapres di halaman kantor KPU.

Mulai Kampanye

Dilansir dari laman KPU, kampanye calon anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan capres-cawapres akan dimulai pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan kampanye memang dijadwalkan setelah penetapan Daftar Calon Tetap (DCT), yakni pada Kamis (20/9/2018). Selang tiga hari sesudahnya, baru akan dimulai kampanye.

“Undang-undang sudah definisikan soal kampanye. Jadi apapun aktifitas yang dilakukan, kalau dia masuk dalam kegiatan kampanye maka dia hanya boleh dilaksanakan pada masa kampanye. Nah itu prinsipnya,” tutur Arief, Selasa (20/2/2018).

“Maka tiga hari setelah penetapan daftar calon tetap baru boleh kampanye dan itu terjadi 23 September 2018. Ada ruang antara Februari-September yang bisa menimbulkan perdebatan,” kata dia. Setelah itu, pada 14 April hingga 16 April 2019 akan memasuki masa tenang.

Sumber: Tribunnews.com

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button