Artikel

FB Mempertemukan Kita

Duma putri bungsu dari paman ku abang dari ibuku sejak lama dia menghilang entah kemana bahkan sangkin lamanya aku tak pernah teringat lagi dengannya sebab setamat SMA ia sudah merantau ntah kemana. Seingatku terakhir kali bertemu dengannya saat pernikahan abangnya yang saat itu aku hadir. Namun sejak saat itu kami tak lagi pernah bertemu.

Aku hanya pernah dengar cerita tentangnya dari ibu saat itu. Ibuku mengatakan sejak dia dilahirkan dia sudah tak lagi mempunyai seorang ibu, karena saat melahirkannya ibunya keburu meninggal dunia. Sejak saat itu ia hanya dibesarkan oleh seorang ayah,” kata ibuku kala itu.

Walau hanya dibesarkan oleh seorang ayah ia tumbuh menjadi wanita yang cerdas dan tegar. Sejak masih remaja ia juga seorang anak yang rajin belajar dan pekerja keras dan semangatnya yang kuat ingin mengubah kehidupan untuk menjadi lebih baik.

Setamat SMA ia harus meninggalkan kampung halaman dan merantau entah dimana, aku tak tahu, aku hanya pernah mendengar cerita tentangnya. Saat aku berkunjung kerumah paman aku juga tak pernah lagi bertemu dengannya.

Kini ia sudah menikah dan tinggal di kota Solo dengan suami dan empat orang anaknya. Ia juga sukses membangun kehidupan keluarga dan anak-anaknya. Pengalaman hidupnya mengantarkannya menjadi seorang aktivis disebuah gereja di kota Solo.

Setelah aku konfirmasi permintaan perteman di facebook, komunikasi kami berlanjut melalui chat WA seolah membuka kembali memori keluarga 30 tahun silam kala itu kami masih di bangku SMP. Tak banyak memori dalam ingatanku saat SMP dulu karena sejak SMP kami juga tak terlalu akrab.

Awal chat pertama dia mengatakan,” pariban kamu tahu bahwa aku telah lama meminta pertemanan kita di fb dan saat kamu konfirmasi pertemanan ini, aku baru pulang dari rumah sakit dan kamu tahu sebelum pulang dari rumah sakit aku berdoa agar diberi ketenangan jiwa agar aku sehat. Aku yakin pertemanan ini merupakan jawaban dari doa ku,” katanya.

Aku sangat prihatin dengan kondisinya dan aku menanyakannya“ kamu sakit ya?” tanyaku. “ya.. aku sakit namun aku dah mendingan kok, apalagi kita sudah berteman, aku akan semakin sehat” jawabnya dengan sedikit bercanda.

Ia juga mengatakan dulu ia berharap dapat menikah dengan paribannya, disamping trauma melihat pernikahan kakak-kakaknya ia juga ingin merasakan kasih sayang dari seorang ibu.”Namboru dapat kuanggap sebagai ibuku” katanya

“Bagas kamu tahu se tamat SMA dulu aku pernah datang ke rumah mu, dan kepada namboru saat itu aku menanyakan tentang kabar mu. Namun saat itu namboru menangis dan mengatakan bahwa kamu telah mempunyai pacar,”katanya.

Bersambung..

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button