News

DPD GMNI Sumut Gelar Unjuk Rasa Tolak Proyek Food Estate

BeritaPekerja.com|Medan – Puluhan mahasiswa GMNI melakukan aksi unjuk rasa menolak proyek Food Estate dan segera dihentikan. Aksi tersebut dilakukan di depan Gedung DPRD Sumut, Kamis (01/10/2020)

Ketua DPD GMNI Sumut Daniel Sigalingging, M.Si dalam orasinya menyatakan bahwa program food estate adalah program menciptakan lumbung pangan melalui investasi sebesar-besarnya.

Hal ini akan memperkaya korporasi asing dan akan membuat petani menjerit akibat pil pahit yang di programkan oleh pemerintah.

Dengan dibukanya lahan seluas  30.000 hektar di Kab.Humbang Hasundutan dikhawatirkan akan merusak lingkungan hidup dan berimbas kepada tanah Ulayat serta akan menimbulkan konflik agraria baru,” ujar Daniel

Daniel juga mengatakan persoalan pangan bukan terletak pada investasi, namun kepemilikan lahan serta kebijakan pemerintah yang pro terhadap kaum tani (marhaen).

“Pemerintah juga hingga hari ini masih menutup-nutupi lokasi proyek food estate ini dilaksankan. Namun yang pasti kebijakan ini bertentangan dengan UUPA no.5 tahun 1960 dikarenakan lahan akan dikuasai oleh segelintir orang serta petani mau tidak mau akan menjadi buruh tani.

Pemerintah saat ini seolah pro terhadap korporasi bukan kepada petani. Ditambah lagi program program jangka pendek selama 3 tahun, setelah 3 tahun lahan tidak tau akan digunakan untuk apa” pungkas Daniel.

Dalam aksi tersebut DPD GMNI Sumut juga menyampaikan bahwa mereka mendesak agar RUU Perlindungan Kekerasan Sosial  segera di sahkan dan menolak RUU Omnibus Law dan menegakkan UUPA No.5 tahun 1960.

 

Editor : Agus

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button