BeritaPekerja.Com- Siantar – Sebelum sampai ke masa Kemerdekaan Indonesia di Pematangsiantar banyak tempat atau monumen – monumen oleh para pejuang pendahulu kita seolah diabaikan dan terlupakan.
Prasasti tempat pengibaran bendera merah putih pertama di Siantar yang mungkin masih banyak warga Siantar tidak mengetahuinya. Prasasti tersebut berada di samping gedung kamar mandi parkir pariwisata yang terletak di Jalan Merdeka,Kecamatan Siantar Barat.
Disana kita dapat menmukan sebuah prasasti kecil yang merupakan saksi bisu tempat pertama kalinya dilakukan pengibaran Bendera Merah Putih di kota Pematangsiantar, pada tanggal 27 September 1945.
Pemerintah Kota Pematangsiantar kurang memperhatikan prasasti ini yang berada di pojok kiri bagian belakang lapangan parkir pariwisata Pematangsiantar. Kini ini kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak terawat. Tempat tersebut juga berada dekat tumpukan sampah,prasasti tersebut itu bertuliskan:
PRASASTI
Tanggal 27 September tahun 1945 disekitar ini terjadi peristiwa penggerekan/pengibaran bendera Merah Putih yang pertama di Pematangsiantar/Simalungun oleh pemuda-pemuda dan kekuatan rakyat Siantar/Simalungun.
Namun prasasti ini luput dari perhatian, bahkan tempat ini jika malam hari sering sebagai tempat buang air kecil orang-orang yang tidak tahu dengan hal ini, dan di siang hari tempat ini pembuangan sampah, bahkan disamping prasasti ini dijadikan tempat pembakaran sampah.
Terkait apresiasi kepada para pahlawan dan sejarah bangsa oleh Pemko Siantar pembangunan Tugu Raja Sangnawaluh sampai hari ini belum juga dapat terlaksana. Meski sejak tahun 2012 lalu sudah dilakukan peletakan batu pertama, oleh Walikota Pematangsiantar, alm Hulman Sitorus. Namun sampai detik ini tak juga dapat direalisasikan.
Selain itu ada juga mantan Wakil Presiden Republik Indonesia I ke-3, Haji Adam Malik Batubara, salah seorang putra terbaik kelahiran kota Pematangsiantar. Yang mana beliau ini kurang dikenal di kota kelahirannya di Pematangsiantar.
Padahal jika mengingat sejarah Proklamator Kemerdekaan Indonesia Ir.Soekarno pernah berpesan agar JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Namun hal ini seolah diabaikan dan luput dari ingatan kita.
Selain istilah itu, pendahulu bangsa ini juga pernah juga berpesan bahwa, “Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa para Pahlawannya”
Semoga generasi penerus bangsa ini khususnya di Siantar tidak melupakan sejarah para pahlawan. Terkhusus Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar agar tidak melupakan perjuangan para pejuang terdahulu bangsa
Semoga generasi penerus kota Pematangsiantar yang bermotto”Sapangambei Manoktok Hitei” dapat memperhatikan sejarah yang terlupakan di kota yang kita cintai ini. Semoga…
Penulis: Thony



