KesehatanNewsPeristiwaSiantar SimalungunSosial MasyarakatUncategorized

Astika Dwiyanti Gadis Cilik Penderita Hemangiola, Butuh Uluran Tangan

BeritaPekerja.com | SIANTAR –  Astika Dwiyanti (7) siswi kelas I SD Swasta Perguruan Masyarakat Rakyat (PMR) di Jl. Melanthon Siregar, Pematangsiantar ini  menderita penyakit Hemangiola sejenis kanker pembuluh darah. Sebelah matanya mengalami pembengkakan hampir menutupi mata sebelah kanannya. Itu dialami Astika sejak ia berusia 15 bulan.

Tim BeritaPekerja.com mencoba mengunjungi kediaman orangtua Astika yang beralamat di Jalan Bahkora II, Kel. BP. Nauli, Kec. Siantar Marihat, Pematangsiantar – Sumatera Utara.

Saat ditemui dirumahnya, ibunya Hartini memangil Astika yang sedang bermain bersama adik laki-lakinya. Tampak Astika begitu ceria, walau sorot matanya menyimpan duka. Hartini menyuruhnya untuk  menyalami awak BeritaPekerja.com.

Hartini menceritakan bahwa Astika menderita penyakit Hemangiola sejak berusia 15 bulan. “Awalnya ada pembengkakan kecil di daerah mata sebelah kanan, lama- kelamaan pembengkakan itu semakin membesar,”ujar Hartini.

Saat awak BeritaPekerja.com memerintahkan untuk menutup mata kirinya (Astika-red) untuk ditutup, lalu menanyakan benda apa yang di pegang awak BeritaPekerja.com ia mengatakan sebuah HP padahal sebuah kertas bergambar.

Cerita Hartini, Astika sering menyendiri dan termenung di sekolahnya karena merasa minder dengan kondisinya, dan tak jarang Astika di jauhi oleh para teman-teman di sekolahnya. “seringkali Astika bilang minta mau pindah dari sekolahnya bang, “ujar Hartini dengan nada sedih.

Hartini menambahkan pernah suatu ketika ia sehabis pulang kerja dari sawah, Astika  ketika itu sedang tidur-tiduran bersama adiknya, saya mendengar ia mengatakan,”kalo kita gak dilahirkan ibu mungkin kita tidak begini katanya kepada adiknya,”ujar Hartini sedih sembari matanya berkaca-kaca.

Astika Dwiyanti (7) tahun Penderita Hemangiola Hartini juga menunjukkan data rekam medis beberapa kali pemeriksaan penyakit Astika di Rumah Sakit. “anjuran dokter Astika harus di operasi bang, namun biayanya gak sedikit buat orang seperti saya yang hanya bekerja sebagai buruh tani, penghasilan saya hanya  cukup untuk makan bang,”katanya.

Hartini mempunyai suami dan sempat tinggal di Palembang Sumatera Selatan.  Karena ketidaksepaham dengan suami akhirnya Hartini berpisah dengan suaminya. Kini konon suaminya berada di Kalimantan, dan kini ia pun harus kembali kerumah orangtuanya untuk membesarkan kedua anaknya.

Sekarang ia hanya bekerja menjadi seorang buruh tani  untuk dapat membesarkan kedua anaknya.

Namun ia harus terus tetap berjuang tak pernah menyerah bagaimana Astika bisa sembuh dari  penyakit Hemangiola yang menggerogoti. Yang mana penyakit ini sudah mulai menjalar ke bagian tubuh lain Astika.

Perjalanan panjang perjuangan Hartini dalam penyembuhan Astika ketika di Palembang hingga sekarang, tak membuat ia menyerah, dan hingga kini  belum juga membuat penyakit Astika sembuh.

Hartini menceritakan sewaktu ia dan suaminya tinggal di Palembang, Pemerintah Daerah (Pemda) di Palembang pernah membantu perobatan Astika melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Selanjutnya Astika dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM ) Jakarta.

Ketika itu ia harus tinggal (kos) di Jakarta, namun karena biaya hidup di Jakarta dan lamanya waktu tunggu/antri di RSCM akhirnya Hartini tidak dapat bertahan dan harus pulang karena ketiadakmampuan ekonomi.

Kini Hartini mengharapkan bantuan dari para dermawan dimanapun berada agar Astika dapat hidup sehat dan bermain seperti anak-anak lainya.

Dalam postingannya di facebook, ia berfoto bersama Astika dan menuliskan doanya:

Ku Bawa Selalu Dlm Tiap Doa
Ykin Astikaku Pasti Sembuh
Jgn smpai hemangioma seperti ini.
Kita berjuang ya Nak
Qm pasti kuat
#semangat #

Penulis : Agus

 

Related Articles

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button