BeritaPekerja.Com | Simalungun – Jembatan penghubung antara Nagori Purwosari, Kecamatan Pematang Bandar menuju Nagori Bandar Tongah, kecamatan Bandar Huluan rusak parah yang disebabkan bencana banjir pada Tahun 2017 silam.
Pangulu Bandar Tongah, Nazaruddin Damanik membuka sejarah rusaknya jembatan tersebut dalam rapat Musyawarah Rencana Pembagunan (musrenbang) pada tanggal (19/02/2018) yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Bandar Huluan.
Nazaruddin mengatakan hal tersebut guna menolong warga serta anak-anak yang ingin pergi ke sekolah yang biasanya menempuh jarak 4 km menjadi 400 m. Jembatan tersebut juga sangat dibutuhkan warga dua nagori bila ingin menuju Kerasaan,”ujarnya.
Menurut Nazaruddin bahwa jembatan tersebut hancur karena dilanda banjir. Selanjutnya warga merenovasi dengan dana swadaya hingga pada akhirnya kembali mengalami kerusakan yang juga karena dilanda banjir.
Pada tahun 2014 dengan swadaya masyarakat dengan dana sejumlah Rp.60 juta jembatan tersebut di bangun kembali oleh warga. Sampai saat ini masih mengalami rusak berat dan sangat membutuhkan perhatian Pemkab Simalungun melalui dinas terkait.
Mendengar penuturan tersebut, Kasubbag BPBD Dormani Gurning bercanda dalam rapat agar Pangulu Bandar Tongah Nasaruddin untuk BERDOA agar program tersebut bisa terealisasi. Nazaruddin Damanik menjawab dengan canda mengatakan ia terus berdoa agar hal ini dapat terealisasi,”ujarnya. Mendengar jawaban tersebut para peserta rapat tertawa.
Pangulu Bandar Tongah juga mengatakan bahwa proposal pembangunan jembatan tersebut telah dikirimkan ke BPBD Simalungun, sebab jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga karena sebagai jembatan penghubung antara Nagori Purwosari, kecamatan Pematang Bandar dan Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan. Jadi kami mohon perhatian yang serius Pemkab Simalungun melalui dinas terkait untuk merenovasi jembatan tersebut,”ujarnya.
Penulis: WH BB.



