NewsSiantar Simalungun

PDPHJ Kerap Biarkan Sampah Menggunungkan Di Pasar Dwikora

Aroma Bau Sampah Sudah Mengganggu Pedagang

BeritaPekerja.Com | Siantar – Seringnya pembiaran  penumpukan sampah di Pasar Dwikora, Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) Pematangsiantar persis di pintu gerbangnya timbulkan aroma bau busuk hingga ulat-ulat putih bebas berkeliaran di sekitar pedagang.

Pantauan BeritaPekerja.Com, Kamis, (14/10/2021) di lokasi Pasar Dwikora, memintai keterangan kepada salah seorang ibu, pedagang setempat boru (marga) Pakpahan, mengeluhkan kondisi tumpukan sampah.

Menurutnya, dalam beraktifitas berjualan selalu tidak nyaman akibat aroma bau busuk sampah dan ulat-ulat putih yang berkeliaran.

Tidak jarang dirinya sesekali menggeser sampah yang nyaris mendekati areal dagangannya.

“Saking lamanya tumpukan sampah itu, ulat-ulat putih pun berkeliaran.Jika melihat besarnya ulat-ulat itu di sate pun bisa,” keluhnya.

Seorang ibu pedagang lainnya Boru (marga) Purba, hampir mengeluhkan hal yang sama. Kemudian kekecewaan lain yang dialaminya juga terkait atas kutipan Retribusi Pelayanan Persampahan / Kebersihan setiap harinya selama bertahun-tahun seolah tidak tampak kegunaannya untuk pembelian alat pengangkut sampah.

“Tiap hari kami di kutipin Retribusi, namun tumpukan sampah ini selalu menggunung, kemananya larinya uang kutipan retribusi itu,” ujar boru Purba.

Tambah boru Purba, Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam hal ini Wali Kota yang diketahuinya jabatannya akan berakhir sepertinya sudah tidak memberi perhatian, sehingga berharap dengan akan segeranya dilantik Wakil Wali Kota yang terpilih hasil Pilkada sebelumnya menunggu tindakan konkritnya memperhatikan kondisi penumpukan sampah di Pasar Dwikora.

“Ntah kapannya dilantik Wakil Wali Kota ini, karena Wali Kota yang lama ini pun, mana perduli lagi tentang tumpukan sampah ini, apalagi sudah sering kali kami bau-bauan,” ucapnya.

Terpisah, ketika media ini memintai penjelasan dari Kadis Lingkung Hidup Kota Pematang Siantar, Dedi. Menurutnya BeritaPekerja.Com | Siantar – Seringnya penumpukan sampah di Pasar Dwikora PDPHJ Pematangsiantar persis di pintu gerbangnya timbulkan aroma bau busuk hingga ulat-ulat putih bebas berkeliaran di sekitar pedagang.

Pantauan BeritaPekerja.Com, Kamis, (14/10/2021) di lokasi Pasar Dwikora, memintai keterangan kepada salah seorang ibu, pedagang setempat boru (marga) Sitinjak, mengeluhkan kondisi tumpukan sampah.

Menurutnya, dalam beraktifitas berjualan selalu tidak nyaman akibat aroma bau busuk terhadap sampah dan ulat-ulat putih yang berkeliaran.

Tidak jarang dirinya sesekali menggeser sampah yang nyaris mendekati areal dagangannya.

“Saking lamanya tumpukan sampah itu, ulat-ulat putih pun berkeliaran. Jika melihat besarnya ulat-ulat itu di sate pun bisa,” keluhnya.

Seorang ibu pedagang lainnya Boru (marga) Purba, hampir mengeluhkan hal yang sama. Kemudian kekecewaan lain yang dialaminya juga terkait atas kutipan Retribusi Pelayanan Persampahan / Kebersihan setiap harinya selama bertahun-tahun seolah tidak tampak kegunaannya untuk pembelian alat pengangkut sampah.

“Tiap hari kami di kutipin Retribusi, namun tumpukan sampah ini selalu menggunung, kemananya larinya uang kutipan retribusi itu,” ujar boru Purba.

Tambah boru Purba, Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam hal ini Wali Kota yang diketahuinya jabatannya akan berakhir sepertinya sudah tidak memberi perhatian, sehingga berharap dengan akan segeranya dilantik Wakil Wali Kota yang terpilih hasil Pilkada sebelumnya menunggu tindakan konkritnya memperhatikan kondisi penumpukan sampah di Pasar Dwikora.

“Ntah kapannya dilantik Wakil Wali Kota ini, karena Wali Kota yang lama ini pun, mana perduli lagi tentang tumpukan sampah ini, apalagi sudah sering kali kami bau-bauan,” ucapnya.

Ketika ditanya, salah satu petugas kebersihan Pasar Dwikora, marga Saragih saat memindahkan sampah dari dalam pasar ketumpukan sampah mengatakan, jika angkutan truk sampah sudah rusak dan belum dibawa kebengkel.

“Angkutan truk sampahnya sudah rusak, belum berbengkel,” ucap Saragih.

Ketika media ini konfirmasi Plt. Dirut PDPHJ, Toga Sihite via aplikasi WhatsAp terkait tumpukan sampah didepan pintu gerbang persis didepan terowongan, hingga kini pesan WhatsAp nya tidak dibaca. Kemudian selaku Direktur SDM PDPHJ, Imran Siamanjuntak untuk pesan yang sama, hasilnya juga sama.

Terpisah, ketika media ini memintai penjelasan dari Kadis Lingkung Hidup Kota Pematang Siantar, Dedi, dirinya menjelaskan terkait tumpukan sampah yang ada di Pasar Dwikora persis didepan pintu terowongan yang dikeluhkan pedagang menjadi kewenangan PDPHJ. Namun pihaknya mengatakan siap membantu jika diperlukan.

“Ini menjadi kewenangan PD Pasar bang, tapi kami siap membantu bila diperlukan, dan akan segera menurunkan anggota,” jelas Dedi. (ags)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button