NewsPolitikSosial Masyarakat

Karna Tidak Laku Di Pasaran Pilpres, Ketum Parpol Ramai-ramai Sabotase Pemilu 2024

terkait pernyataan sebagian ketum parpol Yang mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda

BeritaPekerja.Com | Jakarta – Ketua DPP KNPI masa bhakti 2018-2021, Korneles Galanjinjinay menilai bahwa pernyataan para ketum Parpol (Partai Politik) yang mengusulkan agar Pemilu 2024 ditunda, menurutnya karna para ketum parpol tersebut tidak laku dijual sebagai Calon Presiden.

“Mereka ini politisi inferior, tidak punya integritas, etika Dan moral politik, mental politisi pecundang, sudah terbukti mereka itu tidak dipercaya oleh rakyat, sehingga tidak punya nilai jual, karna itulah mereka ramai-ramai memaikan isu sabotase Pemilu 2024,” kata Korneles kepada BeritaPekerja.Com, Sabtu, (26/02/22).

Tambah eks Ketua Umum GMKI 2018-2020 ini, kita sekarang ini ada diera dimana kehilangan Tokoh teladan politik (Negarawan). Dan para Ketua Umum Parpol itu sedang dalam krisis kepercayaan publik yang sangat berat, mereka tidak bisa jadi teladan dalam kepemimpinan politik.

Jadi dari pada menjadi beban bagi rakyat, menjadi beban bagi generasi mudah, dirinya menyarankan sebaiknya para ketum parpol itu mengudurkan diri dari panggung politik Nasional, karna mereka sama sekali tidak berfaeda bagi rakyat, mereka hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya.

Lanjut Waketum DPP PERKINDO ini juga menilai bahwa para Ketum parpol itu sedang mendoktrin Masyarakat Untuk melawan konstitusi Negara. “Sudah jelas-jelas bahwa Pemilu itu dilaksanakan lima tahun sekali dan masa jabatan presiden pun dibatasi lima tahun, tapi mereka berani keluarkan pernyataan yang bertentangan dengan konstitusi, ini fatal menurut saya karna terang benderang bertentangan dengan konstitusi negara,” jelasnya.

Ia juga menilai, bahwa hal ini bisa berpotensi terjadi kekacauan sosial dan krisis politik yang membelah masyarakat, terjadi disintegrasi bangsa, dan konsekuensi bagi mereka yang melawan konstitusi negara harus dibawa ke pengadilan.

Pesan Korneles, sebaiknya para ketum parpol itu memberikan pendidikan politik yang cerdas bagi rakyat, sebagaimana peran dan fungsi partai politik itu adalah edukasi politik bagi masyarakat, bukan sebaliknya mempertontonkan sikap dan perilaku deviasi politik.

“Yang berlawanan dari tujuan mulia politik Negara, sebagaimana amanat UUD 1945 bahwa partai politik hadir Untuk berjuang membela kepentingan publik, berjuang Untuk kemaslahatan rakyat, bukan sebaliknya berkompromi menabrak konstitusi Untuk memuluskan akal busuk politisi Machiavelli,” pungkasnya. (ags)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button