BeritaPekerja.Com | Jakarta – Deklarator Nasional Koalisi Bersama Rakyat (KOBAR), M. Huda Prayoga memberikan tanggapan atas munculnya tagar #JokowiSemakinDiktator di Twitter yang mengkritik kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wacana Amandemen UUD 1945 terkait masa jabatan Presiden.
“Beberapa orang merespons gerakan saya dan teman-teman dengan kalimat menyindir menanyakan kenapa tidak sekalian saja minta enam periode seperti era Orde Baru atau bahkan Presiden seumur hidup seperti era Orde Lama. Perlu kami sampaikan disini, bahwa apa yang kami perjuangkan ini bukan karena mengkultuskan Pak Jokowi ataupun ingin kembali ke masa Orde Baru atau Orde Lama,” kata Huda kepada BeritaPekeeja.Com, Jumat, (11/3/2022).
Apalagi, menurut Huda, sudah sangat berbeda situasi saat ini dengan di era dulu. Sangat tidak relevan jika kemudian dikatakan Presiden Jokowi diktator atau otoriter.
“Dulu kita pemilihan Presiden melalui MPR, sekarang pemilihan langsung. Kemudian kebebasan berpendapat dan akses informasi jelas sangat berbeda dulu dan sekarang. Masyarakat dan lembaga sipil saat ini sudah lebih kritis dan bebas berpendapat. TNI Polri juga sudah banyak melakukan perubahan dibandingkan era Orde Baru,” ujar Huda yang juga merupakan aktivis muda Muhammadiyah.
Apa yang menjadi perjuangan KOBAR saat ini dapat dilihat dari dua sisi, yakni bagaimana memastikan agenda pembangunan menuju Indonesia maju dapat berjalan baik, dan yang kedua adalah faktor kepemimpinan dalam menyelesaikan agenda pembangunan ini.
“Cukup berikan Jokowi satu periode lagi, agar pondasi pembangunan Indonesia Sentris yang dilakukan Presiden Jokowi dapat tertanam kuat, sebelum kemudian dilanjutkan oleh penerus beliau di tahun 2029,” pungkas Huda. [*/Red]



