BeritaPekerja.Com | Siantar – Puluhan pedagang yang mengatasnamakan pedagang balerong, kaki lima dan kios tempel (BALIMPEL) pasar horas didampingi mahasiswa kembali melakukan aksi unjuk rasa di kantor Balai Kota Siantar, Kamis (03/05/2018) sekitar pukul 10.00 wib.
Menurut salah seorang pedagang yang tidak mau dipublikasikan namanya mengatakan,”sebelumnya Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Kota Siantar telah melakukan sosialisasi kepada pedagang dan harus membayar Rp60Juta per-kios dengan kontan dan jika dengan cicil sebesar Rp60Juta ditambah dengan bunga.
Akibat kebijakan tersebut para pedagang yang tergabung dalam BALIMPEL pasar horas telah melakukan aksi unjuk rasa ke-4nya kalinya. Namun hingga kini Wali Kota Siantar Hefriansyah enggan menemui para pedagang.
Aksi tersebut nyaris ricuh akibat pedagang ingin bertemu dengan Wali Kota Hefriansyah akhirnya terjadi aksi saling dorong antara pedagang dengan petugas Satpol PP dan Polisi.
“Kami berharap agar pak Hefriansyah menemui kami untuk melakukan dialog dan tolonglah agar Satpol PP jangan menghalangi-halangi kami untuk bertemu dengan Wali Kota Hefriansyah.
“Tolonglah pak Wali Kota, keluarlah, kami disini melakukan aksi damai dan tidak ingin ada keributan disini,“ teriak para pengunjuk rasa.
David Marpaung kordinator aksi mengatakan,“ kami akan tetap bertahan disini sampai pak Wali Kota mau bertemu dengan kami dan bila perlu kami juga akan gelar dagangan disini, dan kami akan menginap” ujarnya.
“Saat aksi sebelumnya DPRD Kota Siantar mengatakan pembangunan dilakukan jika sudah ada kesepakatan dengan pedagang,” ujar David
Adapun Pernyataan Sikap BALIMPEL dalah :
- Menolak pembangun yang diadakan oleh manajemen PD PHJ Kota Siantar yang amburadul dan tidak memiliki kapabilitas memadai untuk dapat dipercaya.
- Menolak pembangunan sebagai modus korupsi di kota Pematangsiantar mengingat banyaknya kasus pembangunan yang mangkrak di kota Pematangsiantar
- Menolak pembangunan yang tidak jelas untuk siapa itu diadakan
- Menolak pembangunan yang tidak jelas konsep dan lama waktu pembangunannya.
Hampir setengah hari para pengunjuk rasa menunggu kehadiran Wali Kota Siantar Hefriansyah. Namun Hefriansyah tidak kunjung menemui para pedagang. Akhirnya para pedagang menerobos masuk ke Balai Kota, namun Hefriansyah tidak ada di kantornya.
Pantauan media ini perwakilan dari Pemko Siantar bersedia untuk menerima aspirasi para pedagang dan melakukan dialog. Namun para pedagang menolak tawaran perwakilan Pemko Siantar tersebut. Para pedagang juga mengancam akan melakukan aksi inap menunggu kehadiran Wali Kota.
“Kami akan menginap disini sampai pak Wali Kota mau bertemu dengan kami,”ujar para pedagang
Penulis : Ags



