NewsSiantar SimalungunSosial Masyarakat

PKL: Penertiban Satpol PP kota Siantar Jangan Tebang

BeritaPekerja.com | Siantar – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitar trotoar Jl. Merdeka, persis didepan Sekolah Perguruan Muhamaddiyah Pematangsiantar ricuh karena tidak terima lokasi dagangannya ditertibkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Siantar karena penertibannya terkesan tebang pilih.

Yang mana diduga lapak milik salah seorang anggota DPRD Siantar, Nurlela Sikumbang tidak ikut ditertibkan atau  dibongkar lapaknya, pada Senin, (19/06/2017) sekitar pukul 16.15 Wib.

Alin yang diketahui warga Kamp. Tempel, Kel. Pardomuan salah seorang  pedagang PKL mengatakan,” apa bedanya, apa mentang dia Anggota DPRD, jadi tidak dibongkar gitu,“ ucap Alin dengan nada kesal.

“ Kami bingung mau cari makan dimana, sebab anak-anak kami mau sekolah, dan sebentar lagi juga mau Hari Raya,”keluhnya.  Waktu Pak Human tak ada masalah dengan kami. Makin ganti walikota, kok semakin susah cari makan di Kota Siantar ini,” tambah Alin salah seorang pedagang nasi goreng ini.

Mendengar keluhan Alin, para pedagang lainnya juga secara serentak mengatakan, “ bongkar saja lapak anggota DPRD itu, bongkar, bongkar, jika tidak, hari ini juga kami akan pasang jualan kami, sebab dagangan kami sudah terlanjur kami masak untuk dijual hari ini “ teriak para pedagang.

Petugas Satpol PP yang dipimpin Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Abidin Damanik, mengatakan  kepada sejumlah pedagang bahwa penertiban ini adalah perintah dari Plh.Walikota Pematangsiantar Hefriansyah.

Berselang satu jam, akhirnya para pedagang disarankan besok, Selasa 20/06/2017 untuk datang ke kantor Satpol PP menindaklanjuti  lokalisasi para pedagang PKL.

Penulis : Rudi Lubis

Editor    : Ags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button