EkonomiNews

UMK Medan Diusul Rp.3 Juta Tak Disepakati, Buruh Walk Out

BeritaPekerja.com – Medan – Serikat Buruh yang tergabung dalam Dewan Pengupahan Kota Medan melakukan aksi Walk Out (WO) dalam rapat pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Medan yang dilaksanakan di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan, Rabu (14/11/2018).

Aksi tersebut terjadi karena upah yang diajukan oleh buruh tidak disepakati oleh pelaku usaha (APINDO) hingga terjadi adu argumen, dan buruh memilih untuk WO.

“Apindo Medan menetapkan upah berdasarkan PP 78, menurut kami upah tersebut tidak layak karena Kota Medan adalah kota ketiga terbesar di Indonesia. Jika kenaikan hanya 8,03 persen, sepuluh orang kami WO,” kata Ketua Federasi Serikat Buruh Kimia dan Kesehtan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB KIKES KSBSI) Usaha Tarigan, Rabu (14/11/2018).

Tarigan mengatakan, dalam pembahasan, para pekerja mengajukan upah sesuai dengan kelayakan yakni Rp 3,094 juta. Menurutnya angka itu berdasarkan hasil survei dari sejumlah kebutuhan pokok di Kota Medan.

“UMK Medan itu berada diurutan ketujuh. Padahal, Medan adalah kota besar ketiga. Masa upah Kota Medan berada di urutan ketujuh?,” katanya.

Menurutnya, angka yang diajukan oleh serikat buruh tidak jauh berbeda dengan nilai yang diajukan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Medan yang berjumlah Rp 2,9 juta per bulan.

Sementara itu, berdasarkan keterangannya, Apindo Medan menetapkan nominal UMK 2019 berdasarkan hitungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Medan yang mengacu kepada PP Nomor 78.

“UMK Kota Medan itu setelah Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Tangerang, Batam, Pekanbaru, barulah Indonesia,” ujarnya.

Tarigan mengatakan, jika kemudian UMK 2019 nantinya ditetapkan sesuai PP Nomor 78, maka mereka akan melakukan evaluasi.

Setelah itu, jika merasa UMK yang ditetapkan tidak layak, ia bersama buruh lainnya akan melakukan aksi untuk menuntut upah yang layak.

“Kita lihat dulu bagaimana keputusan dari hasil rapat itu. Kita akan evaluasi, barulah mengambil tindakan seperti apa nantinya,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Medan Hannalore tidak mau memberikan komentar terkait aksi walk out oleh sejumlah pekerja. Begitupun ia mengatakan pembahasan UMK Medan 2019 belum selesai. Seperti yang diketahui UMK harus sudah diumumkan paling lambat 21 November 2018. “Nanti ya, pembahasannya belum siap,” katanya.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button