PeristiwaSiantar Simalungun

Kasus Dugaan Pencabulan Oknum Kepsek dengan Murid, Polres Simalungun Belum Tangkap Pelaku

BeritaPekerja. com I SIMALUNGUN – Hampir satu bulan berita pencabulan dilakukan oleh oknum kepala sekolah kepada muridnya viralnya di media sosial.

Oknum Kepala Sekolah SD Negeri 094174 Pardamean Nauli, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun ini masih berkeliaran dan belum terjamah hukum alias kebal hukum.

Hingga kini kasusnya seperti diam ditempat. Polres Simalungun sampai saat ini belum menangkap terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur tersebut. Rabu (17/02/2020) pagi.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Wuloyo S.I.K saat dihubungi wartawan mengatakan, “Kami masih vidcon, terimakasih infonya akan kami tindak lanjuti” ujar Kapolres Simalungun ketika dihubungi melalui aplikasi WhatsApp kepada awak media pagi ini.

Sebelumnya dikabarkan tingkah laku seorang oknum Kepala SD Negeri 094174 Pardamean Nauli Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, ber inisial A yang sangat memalukan bahkan mencoreng nama baik Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, lantaran di duga berbuat cabul terhadap anak didiknya.

Awalnya beredar isu di tengah masyarakat ada pelecehan seksual di salah satu Sekolah Dasar di wilayah Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Sumut.

Isu kemudian ditelusuri, dan di dapat informasi dari seorang wali atau orang tua siswa yang tidak mau di sebut namanya, warga Nagori Marubun Bayu Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Senin (25/01/2021)

Diceritakan oleh warga ini, terkuaknya kejadian ini karena kecurigaan para guru yang bertugas di sekolah tersebut, melihat kejanggalan gerak gerik oknum Kepsek dengan salah seorang siswi di sekolah ini.

Merasa penasaran, para guru ingin mengintai lalu sepakat memasang kamera (CCTV) di ruang Kepala Sekolah secara tersembunyi.

Gempar, hasil rekaman CCTV terlihat oknum Kepsek bejat ini sedang berasyik masyuk bermesum dengan seorang siswi kelas IV, sebut saja A.

Dari sini guru guru mencoba berkonsultasi membahas kejadian mesum tersebut kepada para orang tua siswa/i lain, yang kemudian kejadian itu terkuak kepermukaan.

Hasil penelusuran dan investigasi di dapat, ternyata antara oknum Kepsek dan keluarga korban telah terjadi perdamaian secara intern (diam diam) sehingga kasus pencabulan ini seakan redam menghilang.

Tidak bagi orang tua siswi  lain, yang memiliki anak perempuan bersekolah tersebut menjadi sangat khawatir dan was was dan takut akan menjadi sasaran lanjut si oknum Kepsek.

Menjawab rasa khawatir dan takut, para wali/orangtua siswa sepakat mendatangi Sekolah, Senin (25/01/2021) sekira pukul 10:00 WIB bertujuan mendesak agar oknum Kepsek tersebut segera di depak dari SD Negeri 094174 Pardamen Nauli.

Para orang tua siswa kecewa saat mendatangi sekolah, oknum bersangkutan tidak hadir.

Mereka hanya di sambut para tenaga pengajar. Karena kecewa, mereka berencana akan mendatangi kantor Pangulu untuk bermohon dan mendesak oknum Kepsek segera diusir dari wilayah itu.

“Jika kepsek ini bebas berkeliran di kampung kami, bisa bisa dia mengincar anak kami, jelas kami tidak tenang bekerja di ladang meninggalkan anak di kampung atau di sekolah. Kami sangat berharap agar kasus ini diusut” ketus warga.

Selain itu kami berharap agar si pelaku di proses sesuai hukum yang berlaku, Bisa saja antara keluarga korban dengan pelaku sudah berdamai, tapi ini masalah masa depan anak. Bagaimana nanti ke depan nasib pendidikan di Simalungun jika hal ini dibiarkan. Siapa lagi akan menjadi korban,? tandasnya warga berharap.

Menanggapi hal tersebut, kru media ini coba mengkonfirmasi Korwil Pendidikan Kecamatan Tanah Jawa, Berto Saragih S.Pd terkait pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum kepsek diwilayahnya,

Berto membenarkan hal itu memang ada terjadi dan dia sudah membuat Surat Usulan ke Dinas Pendidikan Kab. Simalungun,” ujarnya.

Penulis : WH Butarbutar

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button